Rabu, 12 Februari 2014

Cerita Yang Akan Kau Tanyakan Nanti (2)

Mudah2an belum terlambat buat update perkembangan si dedek...

Alhamdulillah hari ini tepat masuk ke minggu 13 kehamilan..

Mumpung masih inget, mau update perkembangan dari minggu ke minggu..

Minggu ke-3-4 : Udah mulai berasa mual2 cepet capek, pas dicek pake testpack belum kelihatan. Masih 1 garis

Minggu ke 5     : Test pack sudah menunjukkan positif, mual2 pun intensitasnya bertambah. Badan tambah cepet capek. Di minggu ini pula pertama kali periksa ke dokter. Saat di USG kantung kehamilan sudah mulai terlihat. Alhamdulillah :) Periksanya ke RSIA Bunda Aliyah, oleh dr. Alesia Novita, SpOG. Dokternya ngasih resep vitamin untuk otak bayinya (DHA) yaitu Obipluz, dan untuk menambah kalsium yaitu Bonesco. Ada juga obat kalau kontraksi, yang akhirnya gak pernah diminum. Selain itu juga diresepin obat penguat kandungan yang akhirnya gak ditebus karena mahal banget. InsyaAllah dedeknya akan ku jaga baik2.. jadi ga perlu obat ini itu :)

Minggu ke 6    : Mualnya makin hebat. sehari bisa 2-3 kali muntah.

Minggu ke 7    : Saatnya ke dokter.. kontrol lagi :). Saat di USG, bentuknya terlihat masih seperti kacang. Lebih besar dari pada 2 minggu sebelumnya. Karena aku bilang masih mual, akhirnya dokter ngasih obat mual yang berupa vitamin B6.

8 : Keluhannya masih sama, mual.. Alhamdulillah suamiku hampir selalu nyediain yoghurt di kulkas :)

Minggu ke 9-10 : Masih mual tapi intensitasnya mulai berkurang. Tapi sekarang sering pusing.

Minggu ke 11    : Saatnya ke dokter. Pengennya ke dokternya minggu depan, biar pas 12 minggu. Tapi ternyata aku sakit. Kena flu, 3 hari ga masuk kantor. Badan rasanya lemes. Kepala pusing. Huhu, maafin ummi ya dek... :'(
Tapi pas ke dokter, rasanya seneng banget. Alhamdulillah, saat di USG, kepala dedek, tangan, dan kaki dedek udah mulai kelihatan. Dedek pun gerak2 meski masih kayak robot. Kata dokter Alesia, dedek lincah, insyaAllah sehat. Alhamdulillah dedek gak kenapa2.. dan untuk pertama kalinya, hasil USG nya dicetak


Yah.. tapi pas gambarnya diambil, dedek malah ngadep belakang.. hehe.. Tapi gapapa, yang penting kelihatan kepala, tangan, dan kaki dedek. I love you dedek :))

Minggu ke-12: Intensitas mual mulai berkurang sih. Tapi makan juga sekarang gak bisa banyak2. Kalo kebanyakan baru mual. Telat makan juga mual. Jadi makannya harus bener-bener dijaga. ga boleh telat, dan ga boleh kebanyakan. Mesti sering ngemil.

Minggu ke-13: Hari ini baru dimulai.. mudah2an dedek sehat seterusnya.. aamiin..

InsyaAllah 2 minggu lagi, ummi bisa liat dedek lagi di layar USG. Ga sabar jadinya :)

Senin, 20 Januari 2014

Selamat Jalan Oma

Oma..

Terima kasih atas kebaikan-kebaikan oma selama ini..

Dari rahim oma, lahirlah mama.. ibu kandungku.. dan seluruh kakak2nya, yang kini telah beranak cucu..

Tak kan kulupa hari itu.

Malam sebelum kau pergi meninggalkan kami, ketika ku datang menjenguk karena keadaanmu yang semakin lemah, kau bertanya "Sudah berapa bulan (hamilnya)?"

ku jawab, "dua bulan oma"

Oma tersenyum, dan berpesan.. "Ati-ati ya nak.. dijaga bener.. jangan naik turun, dijaga.." katanya dengan napas yang terengal-engal karena paru-parunya kian sesak.

"Iya oma.." jawabku sambil memegang tangan oma.

Oma sejatinya sudah pikun. Makanya aku sangat terharu, saat oma melihatku, oma ingat kalau aku sedang hamil.. beberapa saat berselang mamaku datang, dan berkata pada oma, "Bella lagi hamil oma..."
ia pun menjawab, "Iya.. dua bulan.." sambil menunjukkan tangannya yang menunjuk angka dua"

Malam itu, anak2 dan cucunya banyak yang berkumpul.. mengaji di depan oma..
Mendoakan oma.. agar oma diberi yang terbaik..

Malamnya aku pulang bersama suamiku.
Esok paginya, aku ditelepon abangku..

"Bel.. innalillahiwainnailaihi rajiun.. oma udah nggak ada"

Seketika badanku lemas. Baru saja semalam aku ngobrol dengan oma, paginya tanggal 19 Januari 2014, oma telah tiada, kembali ke Pencipta-Nya.

Saat itu aku dan suamiku sedang berada di bengkel, sedang servis motor. Setelah selesai motor diservis, kami pun langsung berangkat menuju rumah oma.. Sampai di sana, orang-orang sudah ramai berkumpul. Saat itu oma sedang dimandikan. Aku pun masuk untuk melihat.

Aku sudah tak bisa berair mata lagi. Dalam hatiku, aku ikhlas, karena pasti ini memang sudah waktunya.. Oma sudah sangat tua, hampir menginjak 89 tahun. Sudah sulit berjalan dan beraktivitas. Sekarang ia telah tenang di sana..

Satu hal yang membuatku kian lega.. Oma sudah sempat menyaksikan pernikahanku tanggal 3 November 2013 kemarin

Omaku itu yang sedang duduk di kursi roda. Dalam keadaan tubuh yang lemah ia masih berktekad menyaksikan pernikahanku.

dan sebelum ia pergi, ia telah mengetahui bahwa aku tengah mengandung. Walau tak sempat meliat cicitnya yang keduapuluh sekian, aku sudah cukup lega. Oma sudah mengetahuinya.


Dua minggu setelah hari pernikahanku, aku datang bersama suamiku ke rumah oma. Rupanya oma - yang sebenarnya sudah pikun- masih ingat, menyambutku dengan berkata.. "Eh... Penganten....."

Aku terharu saat itu. Aku datang membawa album foto pernikahan kami. Oma sempat bolak-balik melihat, dengan kacamatanya yang sudah tinggal sebelah karena pecah. Oma tampak antusias melihatnya.


Oma.. kini Oma sudah dipanggil Allah..
Setiap orang akan mendapat giliran, termasuk aku..

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Oma.. memberikan Oma tempat terbaik di sisi-Nya..
dan semoga kelak kita dipertemukan kembali di Jannah-Nya..

Aamiin..

Selamat Jalan Oma...



Kami yang menyayangimu,

Bella, Sahlan, dan Jagoan kecil kesayangan kami di perutku :)

Senin, 13 Januari 2014

Cerita Yang Akan Kau Tanyakan Nanti (1)

Beberapa minggu setelah hari bahagia itu.. aku merasakan ada yang lain dengan diriku..
Setiap bangun tidur, terasa mual, terkadang disertai pusing.. yang selalu ku pikir masuk angin..

Beberapa hari berselang, aku merasakan keram pada perutku..

Ada apa ini?

Aku pun mulai mencari-cari dari berbagai sumber, apa jangan2 aku hamil?

yang pertama menanyakan hal itu bukanlah diriku sendiri, melainkan suamiku, Mas Sahlan.

"Kamu hamil kali bel?"
sering sekali ia menanyakan hal itu ketika aku mulai mual-mual..bahkan sebelum menstruasiku terlambat.

Aku baru menikah 3 November 2013,, saat itu sekitar awal Desember 2013.

Hatiku pun mulai bertanya-tanya "Apa iya?"

Hari demi hari pun berlalu. sampai pada akhirnya, tanggal 5 Desember 2013, aku baru telat haid 1 hari.. Mas Sahlan membelikanku test pack..

Esok paginya, ku coba.. dan hasilnya negatif.
Hanya satu saat itu yang ku khawatirkan, suamiku kecewa akan hal itu. Karena nampaknya ia antusias sekali menyuruhku mengetest kehamilan.

"Yaudah.. mungkin kamu masuk angin.."

Saat itu perasaanku campur aduk. Antara percaya nggak percaya, dan sedikit diliputi kesedihan karena membuat suamiku kecewa. Namun aku tak menunjukkannya. Aku tak tau apa yang ada di pikirannya saat itu, mungkin juga kecewa, tapi ia juga tak menunjukkannya.

Seminggu berlalu, tamu bulanan tak kunjung datang. Singkat cerita aku kembali membeli testpack. Tapi kali ini tak terlalu berharap, karena aku takut kecewa. Tapi ternyata.. testpack menunjukkan 2 garis, yang artinya aku hamil. Alhamdulillahirabbil Alamiin... Subhanallah.. ternyata aku langsung dipercaya oleh Allah...

Allah kini tengah menitipkan buah cinta kami di rahimku..
Rezeki terbesar yang pernah kudapatkan di dalam hidupku..

Ya Allah..
Jadikanlah anakku kelak anak yang sholih/ sholihah..
Sehatkanlah ia selalu.. Sempurnakanlah perkembangannya..

Aamin Ya Rabbal Alamiin..

Meski ruh belum ditiupkan oleh Pencipta-Mu, namun Ummi dan Abi telah menyayangimu..
Lihat saja.. Abi selalu melarang ummi makan indomie makanan yang dilarang sama dokter, atau pun yang menurut sumber lain ga baik untuk ibu hamil..hehe

Gapapa deh nak.. yang penting kamu sehat.. cepat besar ya nak.. Ummi sangat menanti-nantikan kelahiranmu, begitu juga oma, kakek, nenek, dan lain-lain..

Ummi sayang dedek.. Dedek sayang gak sama ummi? :)

Selasa, 07 Januari 2014

Lembaran Baru

Akhirnya setelah berabad-abad aku mulai nulis lagi.. :D
Sejak terakhir nulis sampe sekarang udah banyak perubahan dalam diriku

3 November 2013 lalu, akhirnya aku menikah..

Dan kini, aku tengah mengandung buah hati kami 2 bulan.. Alhamdulillah J

Insya Allah, setelah ini pengen rajin nulis lagi… terutama buat update perkembangan si dedek.. J
Yang akan ku beri judul.. "Cerita Yang Akan Kau Tanyakan Nanti.."

Kamis, 19 September 2013

Repost : Surat Favorit Saya :)

Sampai saat ini, surah favorit saya dalam Al-Qur'an adalah Al-Mulk, yang artinya "Kerajaan". Saya begitu takjub pd isi surah ini. Karena banyak peringatan yang begitu dalam maknanya bagi saya. Alam semesta ini adalah kerajaan milik Allah. Dan Allah memiliki perangkat yg sangat lengkap, yakni junudan (bala tentara) Allah, yg menjadi perantara untuk memberikan pertolongan-Nya pada kita. Itulah mengapa pertolongan Allah sangat dekat dan cepat. Krn bala tentara Allah ada banyak di sekitar kita. Saya jg memiliki pengalaman pribadi yg berkaitan dgn surat ini, yg akan saya ceritakan di lain kesempatan. 
mungkin krn itu pula, Alhamdulillah tak perlu lama-lama, dan tak perlu effort besar, atas izin Allah, saya hafal surat ini. Bukan hanya hafal, tapi saya juga menikmati sekali tiap kali melantunkannya, semudah membacakan Al-Fathihah. Alhamdulillah. 
Anehnya, saat saya menghafal surat lain, saya perlu menghafal per ayat. Di ulang terus menerus. Tp untuk surat yg satu ini, tdk demikian. Hanya krn sy setiap hari membacanya (belum berniat untuk menghafal), ayat demi ayatnya sudah begitu melekat di kepala saya. Alhamdulillah, ini anugerah besar bagi saya. Al-Mulk ini menjadi salah satu pelipur lara saya yang paling ampuh ketika saya sedang bersedih. 
Terakhir, ini tambahan saja, (dan mungkin saja bocoran). Karena kecintaan saya pada surat ini, kemungkinan besar hafalan surah Al-Mulk inilah yg menjadi salah satu atau bahkan satu-satunya mahar yg akan saya pinta kelak pada calon suami saya kelak, siapa pun itu. Hehe. Berharap semoga rumah tangga yang akan saya bangun kelak, akan sangat dekat dengan pertolongan Allah. Karena Allah lah Sang Pemilik Kerajaan ini, Sang Pemberi Pertolongan. 
Mungkin akan timbul pertanyaan, apa saya cuma suka baca surat Al-Mulk saja? Ya tentu semuanya saya baca.doakan saja semoga ke depannya seluruh isi Al-Quran bs saya hafal, semudah membacakan Al-Fathihah. Aamiin.

(Repost from My Facebook Notes https://www.facebook.com/notes/clarabella-fanizasya/surat-favorit-saya-/10151307374876125 tanggal 7 November 2012)

Repost : Saatku Bangkit

hampir satu kali bumi berputar pada porosnya. tapi mengapa air mata ini masih juga tak dapat ku bendung dari sudut mataku, bahkan dalam tawa, dalam keramaian, apalagi di malam seperti ini.
mengapa aku masih saja suka melamun, saat orang mengajak bicara aku bahkan seringkali tak menangkap maksudnya, saat aku membaca bahkan aku tak tahu maknanya, saat menonton bahkan aku tak bisa benar-benar menyimaknya.
aku benci sifat lemah ini. aku bukan hanya lemah, tetapi SANGAT lemah.

mengapa aku harus bersedih? sedang kebahagiaan itu bukan direnggut, namun sedang ditangguhkan.
mengapa aku harus gelisah? sedang ketenangan dalam hidup adalah dambaan setiap insan.
mengapa aku harus murung? sedang senyuman adalah ibadah.
mengapa aku harus menangis? sedang tertawa itu dapat membuat hati senang.
mengapa harus menangisi sesuatu di dunia ini, sedang hidup di dunia hanya sementara, dan suatu saat kita akan kembali pada-Nya, selama-lamanya.
mengapa aku harus menodai langkah suci yang telah ku ambil dengan semua itu? padahal langkah itu ku ambil, Wallahi, hanya karena-Mu.. karena ketakutanku pada-Mu..
karena ketakutanku akan azab-Mu yang pedih..
karena ketakutanku pada neraka-Mu..
karena kecintaanku pada-Mu..
karena kerinduanku pada Jannah-Mu..
karena-Mu ya Rabb, karena-Mu..
tp mengapa? mengapa???
aku pun tidak mengerti. bahkan sampai detik ini.

Ya Allah, ampunilah aku, ampunilah aku, ampunilah aku..
Aku tau, ini bukan sifat yang kau sukai, aku tau kesedihan tak boleh berlarut-larut, tapi tetap ku lakukan.
Aku sedang belajar Ya Allah,
untuk benar-benar mencintai-Mu di atas segalanya.
untuk ikhlas dengan apapun yang terjadi pada diriku.
untuk sabar menanti kebahagiaan datang dari-Mu.
Ampuni aku ya Allah, ampuni aku, ampuni aku..
Aku lupa bersyukur pada nikmat-Mu..
Atas setiap nafas yang kuhembuskan, atas setiap detakan jantung,
atas setiap aliran darah,
atas panca indera yang lengkap,
tanpa aku memintanya..
atas keluarga dan sahabat yang benar2 menyayangiku..
Atas anugerah iman yang kau berikan..
Atas SEGALANYA, ya, SEGALANYA.
Padahal Kau telah memberi peringatan berkali2 pada surat Ar-Rahman, "MAKA NIKMAT ALLAH MANAKAH YANG KAU DUSTAKAN?"
Astaghfirullahaladzim....
Ampuni aku ya Allah, ampuni aku..
Ya, kalau bukan saat ini, kapan lagi aku bertobat. Padahal aku tak tau, kapan Engkau kan memanggil-Ku.
Padahal aku tak tau, saat aku tidur nanti, apa aku masih bisa terbangun lagi atau tidak.
Ya Allah, mulai saat ini, akan kutegarkan hatiku, aku tahu janji-Mu tak pernah palsu.. Kau tak akan menyia-nyiakan hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa pada-Mu..

Tuntun aku ya Allah, aku tahu, sesungguhnya Engkau dekat, dan Engkau selalu bersamaku..

Bismillahirrahmanirrahim.. Aku pasrahkan semuanya pada-Mu, dan akan kulanjutkan hidupku, dimana hidup adalah ladang menabur amal sebagai bekal di akhirat kelak. Akhirat yang ABADI. ya, ABADI.

Bismillahirrahmanirrahim..
Inilah saatku bangkit..

Bogor, malam 10 Syawal 1431 H.
(Repost from My Facebook Notes https://www.facebook.com/notes/clarabella-fanizasya/saatku-bangkit/471841431124 tanggal 18 September 2010)

Sabtu, 16 Maret 2013

bukan puisi

Ya Allah..betapa lemahnya diri ini..
Mengapa kini semuanya menjadi terasa berat bagiku..
Separuh hati ini kosong..
Separuh jiwa ini hampa..
Layaknya tiada daya..

Aku memikul beban yg selama ini tak ku tunjukkan..
Aku selalu hadirkan senyum, saat sebenarnya hati ini menjerit.

Aku selalu hadirkan tawa, walau sebenarnya hati ini perih..

Dalam kesunyian barulah ku menangis,
Saat air mata menjadi pengganti ribuan kata-kata,
Yang tak sempat terucap dlm bisingnya dunia..

Ya Allah, ku mohon agar kau segera hadirkan separuh jiwa ini, separuh hati ini..

Aku khawatir, aku tak sanggup untuk menghadapi semuanya sendiri, lebih lama lagi..

Dunia kini semakin membahayakanku,

Aku khawatir akan terlena dan tak ada yang mengingatkanku..

Aku khawatir akan tangan, mata, dan kepala yg jahat, yg seakan mengelilingiku..

Fitnah dunia kini makin keji..
Sedang dunia ini bukanlah tujuanku..

Kini aku bagai terombang-ambing di atas kapal, tanpa kemudi..
Makin lama angin laut makin bertiup kencang, ombak semakin tinggi..
Keadaan makin tiada pasti..

Ini bukanlah bait-bait puisi..
Ini adalah panjatan doa dari hati..

Ya Allah, tolong aku.....
Beri aku kekuatan....